Pilkada Penuh Api

0
6
“Dalam konteks ini saya merasa bahwa sirkulasi kepemimpinan politik di Indonesia itu kan dengan tampilnya Pak Jokowi sebagai presiden itu membuktikan ada efektivitas dari  pilkada. Jadi misalkan tidak ada pilkada atau pilkada itu dibatasi di level tertentu, kita jangan berharap suatu waktu ada pemimpin nasional seperti Pak Jokowi akan muncul. Jadi saya merasa bahwa apa yang kita sudah capai ini adalah proses yang sudah lebih baik. Sekarang bagaimana cara menjaganya.”

Tahun 2018 menjadi tahun politik paling besar. Selain setahun lagi ada pemilu presiden dan legislatif, tahun ini juga ada pelaksanaan pemilu kepala daerah (pilkada) serentak. Tidak tanggung-tanggung, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar pilkada di 171 daerah. Rinciannya, 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten dengan melibatkan 392.226 tempat pemungutan suara (TPS).

Pilkada sebanyak itu di tahun dengan ekskalasi politik tinggi, tentu sangat rawan konflik. Semua kekuatan politik dipastikan akan bertarung habis-habisan. Sebab, hasil pilkada 2018 masih dipandang sangat menentukan konstelasi politik 2019. Maklum, sampai sekarang bagi parpol kemenangan politik masih ditentukan kekuatan logistik. Dan sumber logistik terbesar itu adalah kepala daerah.

Presiden Jokowi adalah Hasil Pilkada

Aditya Perdana, Direktur Puskapol UI

“Dalam konteks ini saya merasa bahwa sirkulasi kepemimpinan politik di Indonesia itu kan dengan tampilnya Pak Jokowi sebagai presiden itu membuktikan ada efektivitas dari  pilkada. Jadi misalkan tidak ada pilkada atau pilkada itu dibatasi di level tertentu, kita jangan berharap suatu waktu ada pemimpin nasional seperti Pak Jokowi akan muncul. Jadi saya merasa bahwa apa yang kita sudah capai ini adalah proses yang sudah lebih baik. Sekarang bagaimana cara menjaganya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here