PILKADA LANGSUNG, BANYAK KELEMAHAN

0
6

Selama 2005-2017 telah digelar 1.397 Pilkada. Uang negara dihabiskan hampir seratus triliun. Hasilnya: 392 kepala daerah kena kasus hukum, terbanyak karena korupsi. Proses penyelenggaraan Pilkada di Tanah Air memang perlu diperbaiki karena mengandung banyak kelemahan. Dari sisi proses, penyelenggaraan Pilkada kental diwarnai politik uang, berbiaya tinggi. Kata orang, demokrasi itu mahal. Memang begitu kenyataannya. Butuh banyak dana sejak mulai proses persiapan, pendaftaran, sampai pelaksanaan. Bahkan masih diperlukan lagi biaya jika dalam proses sengketa hasil pilkada. Tak jarang juga memicu konflik antar-pendukung para calon kepala daerah.

Pilkada Langsung Teori Coba-coba

Djohermansyah Djohan, Mantan Dirjen Otda Kemendagri

“Karena bikin teori sendiri, akhirnya terjadi politisasi birokrasi, terjadi ketidakefisienan pemerintahan. Yang utama popularitas bukan kapabilitas. Akibatnya ada selebriti jadi kepala daerah, ada pengusaha, akhirnya sekarang yang punya duit banyak karena ongkos tinggi, meski dia tak kompeten dan berintegritas rendah. Jadi ini akibat dari membuat teori sendiri. Kita mestinya belajar dari pengalaman yang sudah orang jalankan di dunia, jangan coba-coba.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here