Dari Sudirman sampai Gatot Nurmatyo

0
6
Rangkulan-Bung-Karno-Soedirman (Foto: Istimewa)

Pada era dwifungsi ini militer justru menjadi sekedar alat pemerintah. Niat mengikuti cita-cita Jenderal Soedirman agar menjalankan politik negara dan menjadi penengah pertikaian politik malah sekedar alat satu kekuatan politik. Penyelewengan ini memicu lahirnya era reformasi yang melucuti habis posisi militer di arena politik.

Nah pada era reformasi ini lah tentara seperti kehilangan pegangan dalam menghadapi proses politik yang kadang gaduh. Setidaknya begitu dikatakan pengamat militer Kusnanto Anggoro. “Sebaiknya TNI diberi panduan dalam menyikapi proses politik,” jelasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here