Asset Nasional Direbut Asing

0
7

Saham AISA naik turun seperti roller coaster akibat tuduhan dari Satgas Pangan. Dibalik itu, diduga ada operasi mengakuisisi saham murah yang menguntungkan investor asing.

Aksi memborong saham yang jatuh, sebelum direksi AISA menjelaskan secara terbuka pada Selasa 25 Juli 2017, mengisyaratkan ada operasi lihai mengantisipasi dampak penggerebekan gudang beras PT IBU. Ada bandar yang siap menampung saham AISA yang ambruk, padahal bisnisnya masih sehat dan potensial.

Sejumlah pelaku pasar membisikkan, Merril Lynch mungkin bertindak atas perintah kelompok bisnis investasi Kohlberg Kravis Roberts (KKR & Co.)  yang bermarkas di New York, Amerika Serikat. “KKR sudah menguasai 25% saham AISA sejak tahun 2010, ketika harganya cukup mahal Rp2.250/lembar,” tulis kantor berita Reuters. Artinya, satu lagi perusahaan nasional yang sehat berhasil dikuasai oleh investor asing. Perlukah Indonesia merasa rugi?

“IBU Untungkan Petani

Andi Akmal Pasluddin, Anggota Komisi IV DPR-RI

Sejak kasus beras PT Indo Beras Unggul (IBU) merebak, anggota Komisi IV DPR-RI Andi Akmal Pasluddin menjadi legislator yang paling keras mengkritik pemerintah. Dia menyebut pemerintah bersandiwara dan tidak kompak dalam kasus dugaan praktik kecurangan yang dilakukan IBU, anak usaha Tiga Pilar Sejahtera Tbk.

Menurut Akmal, Kementerian Pertanian, Polri, dan Kementerian Perdagangan awalnya menyatakan beras premium cap ‘Maknyuss’ dan ‘Ayam Jago’ produksi IBU hasil oplosan beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra). Tetapi, lanjutnya, Kementerian Sosial dan Bulog menyatakan tak ada raskin atau rastra yang dioplos..

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here