Menjajal kereta api bandara Soekarno-Hatta

0
16

Hak atas foto Muhammad Pascal Fajrin/CC BY-SA 4.0 Image caption Kereta api bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Manggarai.

Beberapa hari setelah dibuka untuk umum, Stasiun Sudirman Baru diramaikan calon penumpang. Kebanyakan dari mereka berkumpul di ruang tunggu, sebagian duduk-duduk di lantai. Mereka ingin mencoba layanan kereta bandara Soekarno-Hatta yang baru saja dibuka.

Terletak sekitar 100 meter dari stasiun Sudirman, stasiun yang juga disebut BNI City ini merupakan salah satu stasiun pertama yang melayani kereta bandara. Stasiun lainnya ialah Stasiun Batu Ceper di Tangerang.

Ke depannya, kereta bandara akan beroperasi dengan rute Stasiun Manggarai – Stasiun Sudirman Baru- Stasiun Duri- Stasiun Batu Ceper – Stasiun Bandara Soekarno-Hatta.

Layanan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di jalan dengan menyediakan alternatif transportasi bagi masyarakat.

Seberapa canggih kereta kapsul LRT Bandung buatan dalam negeri? Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung tertunda, izin ‘belum lengkap’ Ada ‘ketergesa-gesaan’ dalam proyek infrastruktur Indonesia

Sebagai titik keberangkatan kereta bandara, Stasiun Sudirman Baru memiliki tampilan yang terkesan mewah. Di lantai dua disediakan ruang selesa atau lounge tempat para calon penumpang menanti waktu keberangkatan. Tersedia pula gerai-gerai makanan dan minimarket. Fasilitas lainnya yaitu toilet, musala, klinik, dan mesin check-in penerbangan mandiri.

Hak atas foto BBC Indonesia Image caption Jadwal keberangkatan KA bandara yang dipampang di Stasiun Sudirman Baru.

Pengelola kereta api bandara, PT Railink, tengah menyiapkan akses bagi penumpang di Stasiun Sudirman ke Stasiun Sudirman Baru sehingga nantinya para penumpang KRL yang ingin melanjutkan perjalanan ke bandara tak perlu keluar stasiun.

Di sisi lain, PT Transjakarta telah mengoperasikan dua rute baru yakni Stasiun Sudirman Baru (BNI City) – Hotel Indonesia – Sarinah -Bank Indonesia- Gambir – Istana Negara- Monas; dan Stasiun Sudirman Baru (BNI City) – Hotel Indonesia- Tosari – Dukuh Atas – Karet – Semanggi – Kuningan – Rasuna Said- Menteng.

Stasiun Sudirman Baru juga dapat diakses penumpang bus Transjakarta koridor 1 dengan berhenti di terminal Tosari ICBC atau Dukuh Atas 1 kemudian turun ke Jalan Blora.

Meski demikian beberapa penumpang yang menggunakan kendaraan pribadi atau ojek masih mengeluhkan akses ke stasiun tersebut.

“[Jalannya] satu jalur. Terus depannya itu GI, jadi macet,” kata Indy, penumpang berusia 18 tahun, yang hendak mencoba layanan kereta api bandara.

Image caption Mesin penjualan tiket di Stasiun Sudirman Baru tidak menerima transaksi dengan uang tunai.

Jam keberangkatan paling awal kereta api bandara dari Sudirman Baru adalah pukul 03:51 dan paling akhir 21:51. Berbeda dari moda transportasi pada umumnya, transaksi tiket kereta api bandara tidak menerima pembayaran tunai. Tiket dapat dibeli dengan tiga cara, yaitu melalui laman web PT Railink, aplikasi ponsel, atau mesin tiket di stasiun.

Mesin tiket, yang terletak di lantai dua, hanya melayani transaksi dengan kartu debit atau kartu kredit. Beberapa petugas stasiun berjaga di dekat mesin dan siap memberikan bantuan.

Bagi masyarakat ‘zaman now’ yang melek teknologi, cara transaksi dengan mesin tiket ini cukup mudah dipelajari. Bagaimanapun, beberapa calon penumpang tampak kebingungan – layanan yang sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris pun sepertinya tidak membantu.

Salah seorang penumpang, Dwi, mengeluhkan sistem transaksi tiket yang menurutnya kurang praktis.

“Mereka (penumpang) pikir mereka datang, mereka pesan, mereka bisa langsung berangkat. Ternyata masih nanti malam. Itu satu. Kedua, keretanya di bawah kenapa pesan tiketnya di atas? Harusnya kalau penumpang yang sepuh dikasih prioritas,” tuturnya.

Hak atas foto BBC Indonesia Image caption Menurut Dwi, salah seorang calon penumpang KA bandara, menyebut sistem transaksi tiket kurang praktis.

Bagi perempuan berusia 30-an tahun itu, kereta bandara jadi transportasi alternatif ke Tangerang pada saat jam sibuk. Ia berencana turun di Stasiun Batu Ceper.

“Karena kalau dari sini ke Tangerang itu transit. Di Duri itu kan kalau jam seginicrowded (penuh). Saya mau cari cepatnya aja biar cepat nyampe,” tuturnya.

Terlepas dari kebingungan beberapa calon penumpang, Humas PT Railink, Diah Suryandari, mengatakan sistem pembayaran justru dirancang untuk mempermudah masyarakat, mengingat PT Railink tidak mengeluarkan kartu sendiri.

“Istilahnya begini, berapa persen sih orang yang menggunakan pesawat tidak punya kartu kredit, debit, maupun prepaid … Karena semua kartu bisa dipakai kok,” kata Diah.

Namun Dwi mengaku tetap menemukan kesulitan. “Sudah masuk kartu, masuk PIN, kok enggak mau transaksi. Saya diminta pakai kartu lain … Tadi saya mau coba pake kartu yang buat commuter line (e-money), saya pikir bisa itu kan banyak bank ya, ternyata [yang bisa] hanya baru satu bank, bank pemerintah punya,” tuturnya.

Selama masa percobaan, yakni 26 Desember 2017 sampai 1 Januari 2018, penumpang dikenakan tarif promo Rp30.000. Setelah itu dikenakan tarif biasa Rp70.000. Harga tersebut ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Namun demikian, menurut Diah, tarif Rp70.000 belum sepenuhnya menutupi biaya operasional.

“Kalau dari tarif komersial kami seharusnya Rp100.000… Hanya sesuai dengan arahan presiden, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, kami diminta melakukan sosialisasi terlebih dahulu dengan harga promo,” ungkapnya.

Hak atas foto BBC Indonesia Image caption Tampilan interior kereta api bandara Soekarno-Hatta bisa dibilang gabungan dari gerbong eksekutif kereta api antar provinsi dan pesawat terbang.

Kereta api bandara Soekarno-Hatta dibuat oleh PT INKA, dengan mesin buatan Swedia dan interior dari Cina. Melaju dengan kecepatan 80 km/jam, kereta ini diharapkan dapat mengantarkan penumpang ke bandara dalam waktu kurang dari satu jam. Satu rangkaian kereta terdiri dari enam gerbong atau car dengan kapasitas 272 penumpang per rangkaian.

Tampilan interior kereta api bandara Soekarno-Hatta bisa dibilang gabungan dari gerbong eksekutif kereta api antar provinsi dan pesawat terbang.

Di setiap gerbong terdapat empat layar LCD yang berfungsi untuk hiburan dan memberikan informasi tentang posisi kereta. Toilet gerbong sangat mirip dengan toilet pesawat terbang, dengan fasilitas antara lain flush jet dan meja khusus untuk mengganti pakaian bayi.

Tidak ada nomor kursi jadi penumpang dipersilakan duduk di mana saja. Kursi penumpang memiliki sandaran yang bisa direbahkan dan cukup ruang untuk berselonjor. Di antara kursi tersedia porta pengisian daya.

Kompartemen di atas (overhead compartment) agak sempit, tapi disediakan rak untuk koper di dekat pintu masuk. Pada setiap gerbong juga dipasang pendingin ruangan, kamera pengawas, dan detektor asap.

Hak atas foto BBC Indonesia Image caption KA Bandara beroperasi dengan tarif normal mulai 2 Januari 2018.

Perjalanan dari Stasiun Sudirman Baru (SDB) ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta International Airport (BST) diperkirakan menempuh waktu kurang dari satu jam. Ketika dihitung dengan stopwatch, ternyata waktu perjalanannya lebih sedikit yaitu 1 jam 48 detik. Agaknya itu karena, walaupun tidak mengalami macet, kereta sempat berhenti beberapa menit karena berbagi rel dengan KRL.

“Enggaknyangka sih ya,” kata Rosa, salah satu penumpang yang ditemui BBC Indonesia di gerbong kereta. “Enggak sesuai ekspektasi. Dikira bakal lancar-lancar aja karena jalur kereta bandara sama KRL bakal beda.”

Sesampainya di Stasiun Soekarno-Hatta, penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan pesawat bisa langsung naik eskalator ke peron Kalayang alias skytrain untuk menuju gerbang pemberangkatan.

Jadi apakah ke depannya para penumpang akan menggunakan kereta bandara? Bagi Rosa, yang hendak naik pesawat ke kampung halamannya di Jambi, harga tiket yang mahal mungkin membuatnya berpikir dua kali.

“Ke depannya dia dikenakan tarif normal Rp70.000. Itu selisih cukup jauh lah dengan (bus) Damri. Kalau mepet waktunya saya akan pilih kereta bandara. Tapi kalau waktunya senggang, lebih milih pakai Damri sih kayaknya,” tutur Rosa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here